LAPORAN AKTUALISASI
NILAI-NILAI
DASAR PROFESI PEGAWAI NEGERI SIPIL
(AKUNTABILITAS,
NASIONALISME, ETIKA PUBLIK, KOMITMEN MUTU, ANTI KORUPSI)

Disusun oleh:
Ricki Hendriyana, A. Md.
NIP. 19890414 201501 1 001
Disusun sebagai Persyaratan Tugas Aktualisasi Diklat
Prajabatan
Golongan II Angkatan I Tahun 2015
Di Balai Besar Pelatihan Kesehatan Jakarta
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
BAB I
PENDAHULUAN
A.
PENDAHULUAN
Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah profesi bagi Pegawai
Negeri Sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada
instansi pemerintah, pengertian tersebut sesuai dengan UU No.5 Tahun 2014. Pegawai ASN melaksanakan kebijakan publik yang dibuat
oleh pejabat pembina kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan,memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas
dan mempererat persatuan
dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kompetensi yang dibangun dalam diklat prajabatan CPNS
golongan II adalah kompetensi PNS sebagai pelayan publik yang diindikasikan
dengan kemampuan mengaktualisasikan lima nilai dasar;
1.
Kemampuan
mewujudkan akuntabilitas
2.
Kemampuan
mengedepankan kepentingan nasional
3.
Kemampuan menjunjung
tinggi standar etika publik
4.
Kemampuan
berinovasi untuk peningkatan mutu
5.
Kemampuan untuk
tidak korupsi
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan negara
yang mempunyai kekayaan alam yang melimpah, keragaman budaya dan cita rasa, potensi
sumber daya manusia, peluang pasar yang besar dan demokrasi yang relatif
stabil. Dalam Mengelola keanekaragaman yang melimpah tersebut dibutuhkan
Aparatur Sipil Negara yang memiliki integritas, profesional, netral dan bebas
dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme agar
tetap terjaga.
Untuk dapat membentuk sosok ASN seperti tersebut di atas
perlu dilaksanakan pembinaan melalui jalur Pendidikan dan Pelatihan (Diklat)
yang mengarah kepada upaya peningkatan:
1.
Sikap dan semangat
pengabdian yang berorientasi pada kepentingan masyarakat, bangsa, negara dan
tanah air;
2.
Kompetensi teknis,
manajerial, dan/atau kepemimpinannya;
3.
Efisiensi,
efektifitas dan kualitas pelaksanaan tugas yang dilakukan dengan semangat kerjasama
dan tanggung jawab sesuai dengan lingkungan kerja dan organisasinya
Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang
Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (PNS), ditetapkan bahwa
salah satu jenis Diklat yang strategi untuk mewujudkan PNS sebagai bagian dari
ASN menjadi profesional seperti tersebut diatas adalah diklat Prajabtan. Diklat
ini dilaksanakan dalam rangka membentuk nilai-nilai dasar profesi PNS.
Struktur kurikulum Diklat Prajabatan CPNS Golongan II
memiliki dua tahap pembelajaran yaitu:
1.
Tahap Internalisasi
Nilai-Nilai Dasar Profesi PNS
2.
Tahap Aktualisasi
Nilai-Nilai Dasar Profesi PNS
Kementerian Koordinator PMK bekerja sama dengan Balai
Besar Pelatihan Kesehatan Jakarta (BBPK Jakarta) mengadakan diklat prajabatan
pola baru untuk CPNS golongan II dari tanggal 19 April hingga 26 Mei 2015.
Peserta diklat prajabatan melaksanakan diklat dengan menggunakan sistem on-off campus. Pada saat on campus, peserta mendapatkan materi
mengenai pemahaman nilai-nilai dasar profesi PNS yaitu Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi (ANEKA). Penjelasan
nilai ANEKA sebagai Berikut:
1.
Akuntabilitas : mencakup kepemimpinan, transparansi,
integritas, tanggung jawab, keadilan, kepercayaan, keseimbangan, kejelasan dan
konsistensi.
2.
Nasionalisme : sesuai dengan butir-butir dalam Pancasila,
ASN sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik serta sebagai perekat
dan pemersatu bangsa, mencakup tenggang rasa, membangun rasa persaudaraan,
solidaritas, menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
3.
Etika Publik : sopan santun, tata krama, melayani dengan
hati, senyum, menjaga kerahasiaan data.
4.
Komitmen Mutu:
Mencakup efektivitas, efisiensi dan inovasi.
5.
Anti Korupsi : mencakup jujur, peduli, mandiri, disiplin,
tanggung jawab, kerja keras, tidak memanfaatkan BMN untuk keperluan pribadi,
dan sederhana.
Sedangkan saat off campus, peserta
diklat mengaktualisasikan nilai-nilai dasar yang didapat selama on campus. Sebelum melakukan aktualisasi
nilai-nilai dasar, peserta diklat prajabatan diwajibkan menyusun rancangan
aktualisasi nilai-nilai dasar, dimana nilai-nilai yang sudah dipahami selama
internalisasi di balai diklat (on campus)
diimplementasikan pada kegiatan di tempat kerja (off campus) baik kegiatan yang berasal dari SKP, penugasan pimpinan
maupun inisiatif pribadi peserta diklat.
B.
TUJUAN
1.
Agar peserta mampu
memaknai nilia-nilai dasar yang terkandung dalam setiap pekerjaan yang
dilakukan
2.
Agar peserta mampu
memaknai kontribusi yang terkandung dalam setiap pekerjaan yang dilakukan
terhadap visi dan misi organisasi
C.
Ruang Lingkup
Dalam aktualisasi ini ruang lingkupnya adalah lingkungan
kerja saya sendiri, yaitu Sub Bagian Dokumentasi dan Perpustakaan Bagian
Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Aktualisasi
ini saya melakukan tugas-tugas yang diberikan oleh atasa saya maupun inisiatif
saya sendiri.
BAB II
PROFIL ORGANISASI
A.
PROFIL KEMENTERIAN KOORDINATOR PMK
Kementerian Koordinator Bidang
Pembangunan Manusia dan Kebudayaan berada di bawah dan bertanggung jawab kepada
Presiden. Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
dipimpin oleh Menteri Koordinator.
Kementerian Koordinator PMK
mempunyai tugas menyelenggarakan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian
urusan Kementerian dalam penyelenggaraan pemerintahan di bidang pembangunan
manusia dan kebudayaan.
Dalam melaksanakan tugasnya,
Kementerian Koordinator PMK menyelenggarakan fungsi:
a.
Koordinasi dan sinkronisasi
perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan Kementerian/Lembaga yang
terkait dengan isu di bidang pembangunan manusia dan kebudayaan
b.
Pengendalian pelaksanaan
kebijakan Kementerian/Lembaga yang terkait dengan isu di bidang pembangunan
manusia dan kebudayaan
c.
Koordinasi pelaksanaan tugas,
pembinaan, dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unsur organisasi
di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
d.
Pengelolaan barang milik/kekayaan
negara yang menjadi tanggung jawab Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan
Manusia dan Kebudayaan
e.
Pengawasan atas pelaksanaan tugas
di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
f.
Pelaksanaan fungsi lain yang
diberikan oleh Presiden.
Dalam melaksanakan tugas dan
fungsinya, Kementerian Koordinator PMK mengkoordinasikan:
1.
Kementerian Agama
2.
Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan
3.
Kementerian Riset, Teknologi, dan
Pendidikan Tinggi
4.
Kementerian Kesehatan
5.
Kementerian Sosial
6.
Kementerian Desa, Pembangunan
Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi
7.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan
dan Perlindungan Anak
8.
Kementerian Pemuda dan Olahraga
B. GAMBARAN UMUM TUGAS JABATAN PESERTA DIKLAT
Peserta
Diklat dengan identitas Ricki Hendriyana, lahir
di Kuningan, 14 April 1989, dengan pendidikan akhir Strata 1 jurusan Ilmu
Perpustakaan, merupakan salah satu CPNS pada Sekretariat Kementerian Koordinator Bidang PMK
yang menduduki jabatan sebagai Penata Arsip Perpustakaan.
Peserta Diklat
ditempatkan di Satuan Kerja Biro Informasi dan Persidangan, Bagian Humas pada
Subbagian Perpustakaan dan Dokumentasi.
Tugas
Pokok Jabatan sebagai Penata Arsip
Perpustakaan adalah Menginput data koleksi perpustakaan, otomasi perpustakaan, dan
klasifikasi bahan pustaka. Di bawah ini adalah gambaran struktur
organisasi Sekretariat Kementerian Koordinator
Bidang PMK.![]() |
|||||||
![]() |
|||||||
![]() |
|||||||
|
No.
|
Sumber Kegiatan
|
Kegiatan
|
Tahapan Kegiatan
|
Output/hasil Kegiatan
|
Nilai-nilai Dasar
|
Kontribusi terhadap Visi Misi Organisasi
|
Penguatan Nilai Organisasi
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
|
1
|
SKP
|
Menyiapkan
bahan-bahan untuk pelayanan sirkulasi
|
1. Pemustaka
mencari sendiri atau dibantu oleh petugas perpustakaan
|
buku yang
dibutuhkan ditemukan
|
Ketika pemustaka
tidak bisa menemukan buku yang dicari, saya memberikan
pelayanan perpustakaan untuk mencarikan buku yang mereka butuhkan secara
ramah, sopan dan merupakan perwujudan dari nilai Etika Publik
Saya memberikan
informasi yang dibutuhkan oleh peminjam dalam mencarikan buku yang mereka
butuhkan secara benar dan tidak menyesatkan dalam memberikan informasi
tersebut mengenai judul, pengarang, atau ssubyeknya dan perwujudan dari nilai
Akuntabilitas
|
Menyiapkan bahan-bahan untuk
pelayanan sirkulasi secara profesional, secara cepat, tepat, dan akurat,
penuh tanggung jawab sehingga terwujudnya Indonesia yang sejahtera, maju,
mandiri dan bermartabat.
|
Kejujuran, kebersamaan, dan Pelayanan Prima
|
2. Pemustaka
datang ke meja sirkulasi dengan membawa koleksi dan kartu anggota
perpustakaan
|
Buku diserahkan
kepada petugas perpustakaan untuk diproses peminjamannya
|
Saya mengarahkan
peminjam untuk diproses peminjaman bukunya ke meja sirkulasi tanpa diskriminatif,
tidak memandang apakah itu staf, pejabat ataupun masyarakat umum. merupakan perwujudan nilai dasar ASN sebagai perekat dan pemersatu bangsa
perwujudan dari nilai Nasionalisme
|
|||||
3. Petugas
memproses peminjaman ke dalam sistem perpustakaan
|
Buku yang dipinjam
terinput dalam database peminjaman
|
Dalam sirkulasi
bahan pustaka, Saya memproses peminjaman secara jujur, sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan dan merupakan
perwujudan nilai Anti Korupsi
Saya memproses buku
yang akan dipinjam secara cepat, tepat, dan efektif agar waktu tidak
terbuang, dan merupakan perwujudan dari nilai Komitmen Mutu
|
|||||
4. Petugas memberikan bukti peminjaman untuk
ditandatangani oleh peminjam
|
Bukti peminjaman
yang telah ditandatanagni peminjam
|
Setelah buku yang
dipinjam terinput dalam database perpustakaan, saya memberikan bukti
peminjaman kepada peminjam sesuai dengan koleksi yang dipinjam tanpa
memanipulasi data dan merupakan perwujudan dari nilai Anti Korupsi
|
|||||
5. Buku
yang telah diproses peminjamannya diserahkan kembali kepada peminjam
|
Buku diserahkan
kembali ke peminjam dan siap untuk dibawa pulang
|
Setelah proses
selesai mulai dari input dan memberikan bukti peminjaman, saya menyerahkan
kembali buku yang akan dipinjam oleh peminjam setelah data buku tersebut
terinput kedalam sistem perpustakaan penuh dengan rasa tanggung jawab dan
profesional dan merupakan perwujudan dari nilai Akuntablitas
|
|||||
6. Petugas mengarsipkan bukti peminjaman
kedalam bindeks peminjaman
|
Arsip peminjaman
|
Saya mengarsipkan bukti
peminjaman penuh dengan ketelitian dan penuh kedisiplinan sesuai dengan
peraturan dan ketika dibutuhkan dapat memudahkan untuk ditemukan dan merupakan
perwujudan nilai Akuntabilitas
|
|||||
2
|
SKP
|
Input koleksi bahan
pustaka pada sistem perpustakaan
|
1. Membuka
database perpustakaan SLiMS (Senayan Library Management Systems)
|
Database perpustakaan terbuka
Pada
perpustakaan.kemenkopmk.go.id
|
Sebelum menginput koleksi ke
dalam database perpustakaan, terlebih dahulu harus membuka browser yang
terkoneksi dengan internet, penggunaan
browser dan internet hanya untuk keperluan perpustakaan, tahapan ini
merupakan perwujudan dari nilai Anti
Korupsi,
|
Menginput koleksi bahan pustaka pada sistem perpustakaan untuk memudah
pemustaka secara konsisten, dengan tanpa kesalahan dalam print label dan
barcode demi tercapainya perpustakaan yang melayani masyarakat secara cepat guna
mewujudkan visi organisasi yang menjadikan Indonesia yang sejahtera, mandiri.
|
Kegiatan ini
memupuk nilai anti korupsi, kerja sama, saling menghargai.
|
2. Login
pustakawan
|
Masuk pada sistem perpustakaan
sebagai admin
|
Berlaku sebagai admin dalam
seluruh input knten kegiatan perpustakaan harus bijak, tidak bersikap egois,
bertanggung jawab terhadap konten yang akan ditampilan (Anti Korupsi)
Sebagai admin, saya juga harus
menjaga kerahasiaan data (password) untuk login pada sistem
perpustakaan, (Etika Publik)
|
|||||
3.Menginput
judul, pengarang, nomor klasifikasi, nomor panggil, dan sebagainya.
|
Koleksi bahan
pustaka terinput dalam database perpustakaan
|
Dalam menginput koleksi bahan pustaka, saya memperhatikan SOP yakni konsisten alur dari
mulai input judul, pengarang, cover buku, sampai pada lampiran secara konsisten merupakan
nilai Akuntabilitas
Dalam
menginput koleksi saya bersikap efektif dan efisien dari segi waktu, dan
pekerjaan (Komitmen Mutu)
|
|||||
4. Menginput
jumlah eksemplar
|
Jumlah eksemplar
terinput
|
Setelah menginput judul sampai
kepada lampiran, saya menginput koleksi dengan judul sama tapi jumlah
eksemplar lebih dari satu, maka eksemplar ditambah sesuai dengan jumlah
eksmplarnya secara jujur dan konsisten, tidak melebih-lebihkan
ataupun mengurangi dari jumlah eksemplarnya, dan merupakan nilai Anti korupsi
|
|||||
5. Memberi
identifikasi asal koleksi (pembelian atau hibah)
|
Koleksi bahan
pustaka yang telah diidentifikasi berdasarkan hibah atau pembelian.
|
Dalam menginput bahan pustaka,
koleksi perlu diidentifikasi berdasarkan asalnya (sumbernya) apakah itu
berasal dari hibah/ sumbangan atau pembelian.
secara jujur, teliti, tidak salah menginput, dan bertanggung jawab
terhadap seluruh input koleksi bahan pustaka, melalui identifikasi ini
diharapkan (Akuntabilitas)
|
|||||
3
|
SKP
|
Menyiapkan bahan
untuk kebutuhan perpustakaan
Berupa Label,
barcode, sampul, sampai shelving bahan pustaka
|
Mencetak label dan
barcode buku
|
Label dan barcode
sesuai dengan bukunya
|
Setelah diinput judul dan
jumlah eksemplarnya, kemudian dalam tahapan ini adalah mencetak
label dan barcode dengan penuh cermat
dan hati-hati agar tidak terjadi kesalahan merupakan nilai dari Akuntabilitas
|
Menyiapkan bahan
untuk kebutuhan perpustakaan penuh dengan tanggung jawab, membantu literatur
dalam meningkatkan kebutuhan untuk kualitas aparatur.
|
Kegiatan ini
memupuk nilai organisasi berupa tanggung jawab, pelayanan prima,
|
Menempelkan label
dan barcode sesuai dengan bukunya
|
Label dan barcode
tertempel sesuai dengan bukunya
|
Dalam tahapan ini, yaitu
menempelkan label dan barcode, yang sebelumnya sudah dicetak, kemudian
ditempel sesuai dengan bukunya, tidak tertukar antara label ataupun
barcodenya, Kegiatan ini dilakukan
dengan kerja sama dengan staf lainnya, merupakan nilai dasar Nasionalisme
|
|||||
Penyampulan buku
|
Buku tersampul
dengan rapi
|
Dalam tahapan
kegiatan ini, setelah label dicetak dan ditempelkan sesuai dengan bukunya,
maka selanjutnya adalah penyampulan. Setiap barang yang
dipakai selalu menimbulkan kerusakan, sehingga perlu
adanya tindakan preservasi, agar koleksi lebih awet melalui penyampulan buku
untuk memberikan pelayanan komitmen bagi kepuasan pengguna dan merupakan wujud dari nilai Komitmen mutu
|
|||||
Shelving koleksi
|
Buku masuk ke dalam
rak sesuai dengan nomor klasifikasinya
|
Shelving buku
(memasukan buku ke dalam rak) sesuai dengan penempatannya nomor
klasifikasinya, secara teliti, agar memudahkan dalam temu kembali pencarian
koleksi. Dalam tahapan ini teradap nilai Akuntabilitas
Melalui uji coba pembacaan
barcode sebelum diletakkan pada rak dan disampul, buku yang telah ditempel
barcode apakah sesuai atau tidak, sehingga tahapan ini perlu dilakukan,
tujuannya adalah meningkatkan dan lebih mempercepat dalam pelayanan mutu pengguna
perpustakaan, sehingga terjadi kepuasan dalam pelayanan sirkulasi, merupakan perwujudan nilai Komitmen Mutu
|
|||||
4
|
SKP
|
Menyiapkan Kegiatan
subbagian Perpustakaan dan Dokumentasi dalam rangka Launching Website
Perpustakaan
|
1.Menerima disposisi
dari atasan
|
Disposisi dari atasan
|
undangan akan dibuat
dengan memperhatikan SOP yakni konsisten alur penyerahan konsep, revisi
hingga konsep undangan yang disetujui atasan utuk diproses lebih lanjut
secara konsisten merupakan perwujudan nilai Akuntabilitas
|
Melakukan kegiatan
launching website perpustakaan dengan berkoordinasi demi terciptanya
keterbukaan informasi, dan perpustakaan kemenko PMK bisa dijangkau oleh semua
lapisan masyarakt merupakan wujud dari dukungan untuk pemerintah dalam
meningkatkan mekanisme koordinasi kebijakan dan sinkronisi pelaksanaan
kebijakan bidang kesejahteraan rakyat.
|
Inovasi, pelayanan
prima, saling menghargai, kebersamaan.
|
Pembuatan undangan
akan memperhatikan bahasa Indonesia yang baik dan benar sebagai perwujudan
sila ke III Pancasila merupakan nilai dari rasa Nasionalisme
|
|||||||
3.Mencari ruangan
untuk pelaksanaan kegiatan
|
Ruangan
|
Kepastian ruangan yang
akan digunakan, tidak digunakan pada pas pelaksaanaan dengan bekerjasama
dengan bagian rumah tangga merupakan perwujudan nilai Nasionalisme
|
|||||
4. Mengirim surat
undangan kepada para tamu undangan, secara langsung, email ataupun faks
|
Daftar ekspedisi
undangan
|
Mengirim undangan saya
memperhatikan efisien merupakan perwujudan nilai Komitmen Mutu
|
|||||
5.Berkoordinasi dengan bagian IT untuk memastikan alamat website
perpustakaan
|
Mendapatkan nama
website perpustakaan
|
Melakukan komunikasi
dan memberi masukan untuk menentukan nama website perpustakaan merupakan
wujud dari bentuk Komitmen Mutu
Saya berkoordinasi dengan bagian IT secara sopan, dan ramah (Etika
Publik)
|
|||||
5
|
SKP
|
Otomasi
Perpustakaan, Membantu dalam Pemindahan/ transfer data dari komputer ke
server
|
1. Berkoordinasi dengan bagian IT mengenai
server yang akan digunakan
|
Server ditentukan
|
Berkoordinasi
dengan bagian IT dalam menentukan server yang akan digunakan guna memenuhi
kebutuhan perpustakaan, memberikan inovasi baru untuk pelayanan masyarakat ( Komitmen Mutu).
Berkoordinasi
dengan bagian IT dalam menentukan server dalam menentukan server yang akan
digunakan untuk memenuhi perpustakaan penuh dengan rasa tanggung jawab (Akuntabilitas)
|
Otomasi
perpustakaan guna meningkatkan pelayanan yang cepat, mudah untuk menjadikan
pelayanan prima guna meningkatkan kualitas dalam kesejahteraan rakyat.
|
Kegiatan ini
memupuk nilai organisasi berupa kebersamaan, saling percaya, pelayanan prima,
saling menghargai.
|
2. Mencadangkan
data sistem perpustakaan
|
Data perpustakaan
|
Saya mencadangkan
data sistem perpustakaan secara mandiri, dikhawatirkan pada saat pemindahan
terjadi hal yang dapat mengakibatkan hilangnya data, pencadangan data saya
lakukan secara mandiri dan merupakan perwujudan nilai (Anti
Korupsi)
|
|||||
3. Membantu memindahkan/ transfer data dari
komputer ke server yang telah disiapkan
|
Data masuk pada
server
|
Saya membantu dalam
pemindahan/ transfer data dari komputer ke server yang telah disiapkan
bekerja sama dengan bagian IT secara bergotong royong demi terciptanya
perpustakaan yang lebih maju melalui e-library, sesuai dengan butir dari sila
ke lima yaitu mengembangkan sikap kekeluargaan dan gotong royong dan
merupakan perwujudan nilai Nasionalisme
Dalam membantu
memindahkan/ transfer data dari komputer ke server saya bersikap ramah, kerja
sama dengan tim, bersikap sopan dan merupakan perwujudan nilai Etika Publik
|
|||||
4.
Uji coba keberhasilan install pada server
|
Hasil install pada
server
|
Uji coba hasil install pada server penuh tanggung jawab
sesuai dengan perintah atasan
merupakan perwujudan nilai Akuntabilitas
|
|||||
Tujuan dari otomasi
perpustakaan merupakan bentuk kepedulian, salah satu bentuk pelayanan kepada
pemustaka agar informasi yang dicari mudah didapat secara cepat,
tepat, merupakan perwujudan dari nilai Komitmen Mutu
|
|||||||
dengan memberikan
pelayanan yang jujur kepada pemustaka, bahwa pendaftaran kartu anggota
perpustakaan tidak dikenakan biaya, merupakan bentuk perwujudan nilai Anti
Korupsi
|
|||||||
6
|
Inisiatif
|
Ganti tema/
template dan menambah alamat website beberapa perpustakaan ke dalam database
perpustakaan.
|
1. Mendownload
tema yang akan digunakan pada sistem aplikasi perpustakaan (SLiMS)
|
Tema terdownload
|
Saya mendownload
tema/ template guna meningkatkan pelayanan dalam perpustakaan, agar tema
lebih menarik, upaya perbaikan secara berkelanjutan dengan menerapkan ide
yang kreatif, merupaka perwujudan nilai Komitmen
Mutu
|
Mengganti tema/
template dan menambah link website perpustakaan untuk memberikan pelayanan
prima kepada pengguna perpustakaan.
|
Kegiatan ini
memupuk nilai organisasi berupa kebersamaan, saling percaya, pelayanan prima,
inovasi.
|
Saya mendownload tema sesuai
dengan spesifikasi yang telah ditentukan, proaktif dalamn pemenuhan kebutuhan
pengguna perpustakaan dalam pelayanan publik, merupakan nilai dari Akuntabilitas
|
|||||||
2. Memilih
tema untuk sistem aplikasi perpustakaan (SLiMS)
|
Tema terpilih untuk
digunakan pada aplikasi perpustakaan
|
Dalam memilih tema saya
berkoordinasi, bermusyawarah dengan pimpinan mengenai tema yang akan
digunakan pada sistem perpustakaan, penuh dengan tanggung jawab, saya
berkomunikasi secara sopan dengan pimpinan dan merupakan perwujudan nilai Etika Publik
|
|||||
3. Menginput
tema yang telah didownload untuk diterapkan pada sistem aplikasi perpustakaan
|
Menginput tema pada
XAMPP aplikasi perpustakaan,
|
Dalam tahapan ini,
saya menginput tema yang telah didownload dan telah didiskusikan terhadap
pimpinan, saya bertanggung jawab terhadap apa yang telah saya kerjakan, dan
berani menanggung akibatnya ketika sistem perpustakaan tidak berjalan. Nilai
ini merupakan bentuk Anti Korupsi
|
|||||
Dalam tahapan ini
saya tidak memaksakan kehendak, keputusan yang diambil harus dipertanggung
jawabkan merupakan perwujudan nilai Etika
Publik
|
|||||||
Dalam menginput
tema saya bersikap transparan, secara konsisten, mengambil langkah yang
tepat, bersikap inovatif untuk kepentingan masyarakat merupakan nilai Akuntabilitas
|
|||||||
4. Mengganti
tema
|
Tema yang telah
ditentukan dimasukan pada sistem
|
Mengganti tema yang
telah diputuskan hasil dari koordinasi dengan pimpinan dan staf lainnya bentuk
dari musyawarah yang dilandasi kebersamaan, dan merupakan butir dari sila ke
empat dan merupakan perwujudan dari nilai Nasionalisme
|
|||||
5. Menambahkan link
website perpustakaan kementerian-kementerian pada sysconfig .inc
|
Link website
perpustakaan ditambahkan pada sysconfig.inc perpustakaan
|
Menambah link
website perpustakaan K/L terkait agar pemustaka lebih dimudahkan dalam
pencarian informasi yang dapat dipertanggungjawabkan dan merupakan bentuk
perwujudan nilai Akuntabilitas
|
|||||
6.Ujicoba hasil
tambahan link website
|
Mencoba hasil dari
tambahan link website perpustakaan sudah bisa digunakan atau tidak
|
Mencoba hasil
tambahan link, perpustakaan K/L Pnri, kemenkes, kemensos, kemenag, dan
lain-lainnya secara kerja keras secara sungguh-sungguh penuh semangat,
pantang menyerah ketika gagal dalam koding link website tersebut, dan
merupakan perwujudan nilai Anti
Korupsi
|
|||||
7.Melihat tampilan
akhir setelah didownload dan ditambah link website perpustakaan
kementerian/Lembaga lainnya
|
Tampilan akhir
penggantian tema dan link website perpustakaan kementerian/lembaga terkait
|
Dengan tampilan
baru, memberikan inovasi baru terhadap tampilan website perpustakaan yang
lebih menarik. Perwujudan nilai Komitmen
Mutu
|
|||||
7
|
Tugas
tambahan
|
Pemberitahuan
Keterlambatan Pengembalian Buku, dikirim melalui e-mail
|
1. Menerima
disposisi dari atasan
|
Disposisi
|
Saya menerima disposisi dari atasan
mengenai tugas penuh dengan rasa tanggung jawab merupakan perwujudan nilai Akuntabilitas
|
Mengirim email kepada anggota
perpustakaan yang terlambat mengembalikan buku, merupakan wujud dari
transparansi dan memberikan pelayanan prima.
|
Kegiatan ini
memupuk nilai organisasi berupa kebersamaa, saling percaya, pelayanan prima.
|
2. Mencek daftar keterlambatan pada sistem
perpustakaan, peminjam-peminjam yang belum mengembalikan buku
|
Daftar peminjam yang terlambat
mengembalikan buku dalam sistem perpustakaan
|
Saya Mengecek daftar
keterlambatan pada sistem perpustakaan SliMS secara akurat, agar data yang
dibutuhkan sesuai secara teliti, dan lebih efektif dan efisien. Kegiatan ini
perwujudan dari nilai Komitmen Mutu.
|
|||||
3. Mencetak
daftar keterlambatan peminjaman dan untuk diketahui atasan.
|
Daftar peminjam yang terlambat
mengembalikan buku yang telah dicetak
|
Saya bersikap jujur, tidak
membeda-bedakan peminjam, bertanggung jawab terhadap laporan hasil sirkulasi
terkait pengembalian yang telat, dan saya bersikap adil, tidak bersikap
diskriminatif, apakah peminjam tersebut pejabat ataupun staf, kegiatan ini
merupakan perujudan dari nilai Anti
Korupsi
|
|||||
saya melaksanakan tugas dengan
cermat dan disiplin sesuai dengan UU No. 5 tahun 2014 tentang ASN pasal 5 ayat 2
butir , dan itu
merupaka perwujudan dari nilai Etika Publik
|
|||||||
Saya mempergunakan email
perpustakaan sesuai dengan fungsinya. Saya tidak menggunaka email
perpustakaan untuk kepentingan pribadi, nilai yang terdapat dalam tahapan ini
adalah Anti Korupsi
|
|||||||
5. Mengirim e-mail
kepada peminjam yang terlambat mengembalikan buku.
|
E-mail keterlambatan
pengembalian buku kepada para peminjam yang terlambat terkirim.
|
Saya mengirim email
keterlambatan pengembalian buku kepada email para peminjam secara sopan,
menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, agar tidak menyinggung
peminjam, dalam tahapan ini perwujudannya adalah nilai Nasionalisme
|
|||||
6. Menyampaikan
kepada atasan hasil dari pengiriman e-mail.
|
Memberikan laporan kepada
atasan
|
Dalam tahapan kegiatanini, saya
menyampaikan hasil dari mengirim email kepada anggota yang terlambat
mengembalikan buku, saya memberikan laporan secara lisan kepada atasan secara
sopan dan merupakan perwujudan nilai Etika
Publik
|
|||||
KEGIATAN 1
Kegiatan
|
: Menyiapkan bahan-bahan untuk
pelayanan sirkulasi
|
Tanggal
|
:
|
Daftar Lampiran
|
|
Kegiatan ini dilakukan
pada tanggal mei 2015. Kegiatan ini
bersumber dari Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) yaitu menyiapkan bahan-bahan untuk pelayanan
sirkulasi, ketika pemustaka kesulitan dalam mencari buku sesuai dengan yang
dibutuhkannya, maka saya memberikan pelayanan untuk mencarikan buku sesuai
dengan kebutuhannya secara ramah dan sopan, bersikap melayani dengan sepenuh
hati untuk memberikan pelayanan prima (Etika Publik)
Saya juga memberikan
informasi secara tepat, sesuai dengan kebutuhannya, tidak memberikan
informasi yang lambat, informasi yang diberikan benar dan tidak menyesatkan
dalam memberikan informasi (Akuntabilitas).
Setelah buku ditemukan,
kemudian anggota perpustakaan menyerahkan bukunya untuk diproses
peminjamannya, dalam tahap ini saya tidak bersikap diskriminatif, tidak
memandang status, ras, kedudukan. Saya bersikap untuk memberikan hak yang
sama kepada setiap anggota perpustakaan (Nasionalisme)
Petugas memproses peminjaman kedalam sistem
perpustakaan, dalam tahapan ini saya memproses sirkulasi peminjaman secara
jujur, sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan, tidak menambah ataupun
mengurangi jumlah pinjaman, tidak memanipulasi data (Anti Korupsi).
Setelah diproses untuk peminjamannya, petugas
mencetak dan memberikan bukti peminjaman untuk ditandatangani oleh peminjam,
tahapan ini merupakan nilai transparansi terhadap peminjaman oleh anggota
sesuai dengan jumlah peminjamannya. (Anti
Korupsi)
Buku yang telah diproses peminjamannya kemudian
diserahkan kembali kepada peminjam, dalam berkomunikasi dengan peminjam saya
lakukan secara ramah, sopan, memberikan pelayanan yang prima, secara cepat,
efektif dan efisien, dengan orientasi terhadap mutu pelayanan (Komitmen Mutu)
Setelah proses dilakukan, saya mengarsipkan dokumen
peminjaman penuh dengan ketelitian dan kedisiplinan sesuai dengan ketentuan,
dengan tujuan agar memudahkan kembali dalam pencarian ketika dibutuhkan (Akuntabilitas)
Dalam kegiatan menyiapkan
bahan-bahan untuk pelayanan sirkulasi secara profesional, secara cepat,
tepat, dan akurat, penuh dengan rasa tanggung jawab, sehingga terwujudnya
Indonesia yang sejahtera, maju, mandiri dan bermartabat. Sesuai dengan
nilai-nilai organisasi Kementerian Koordinastor Bidang Kesejahteraan Rakyat.
|
|
LAMPIRAN KEGIATAN 1
No
|
OUTPUT
|
1.
|
|
1.
|
|
1.
|
|
![]() |
|
![]() |
|
![]() |
|
![]() |
|
![]() |
|
KEGIATAN 2
Kegiatan
|
: Input koleksi bahan pustaka
pada sistem perpustakaan
|
Tanggal
|
:
|
Daftar Lampiran
|
|
Kegiatan ini berdasarakan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP), dalam menginput
koleksi bahan pustaka pada sistem perpustakaan, saya memperhatikan SOP, sebelum
menginput koleksi ke dalam database perpustakaan, terlebih dahulu harus
membuka browser yang terkoneksi dengan internet, penggunaan internet untuk
keperluan perpustakaan (Anti Korupsi)
Sebagai admin dalam seluruh input konten perpustakaan, saya bersikap
bijak, tidak egois, dan bertanggung jawab terhadap konten yang ditampilkan. (Anti Korupsi)
Selain itu juga harus menjaga kerahasiaan (password) untuk login
perpustakaan (Etika Publik)
Tahapan menginput koleksi mulai dari judul, nomor klasifikasi, pengarang,
dan sebagainya saya memperhatikan SOP yakni konsisten mulai dari input judul,
pengarang, samapaikan pada lampiran secara konsisten (Akuntabilitas), Dalam menginput koleksi saya bersikap efektif dan
efisien (Komitmen Mutu)
Setelah menginput judul sampai pada lampiran, jumlah eksemplar untuk
dikasih barcode. Jumlah eksemplar yang saya input sesuai dengan sebenarnya,
tidak melebih-lebihkan ataupun mengurangi (Anti Korupsi)
Bahan pustaka juga perlu diidentifikasi ketika input, sumbernya dari
pengadaan atau hibah/sumbangan, pencatatan pada adatabse saya lakukan secara
jujur, penuh dengan tanggung jawab (Akuntabilitas)
alur yang benar mulai dari judul, pengarang, sampai pada cover buku dan
lampiran secara konsisten (Akuntabilitas)
Kegiatan Input
koleksi bahan pustaka pada sistem perpustakaan merupakan kegiatan inti dari
sub bagian Perpustakaa, dalam menginput koleksi bahan pustaka agar memudahkan
dalm pencarian/ temu kembali informasi secara konsisten demi terciptanya
pelayanan yang prima, terdapat katalog online yang bisa diakses oleh seluruh
masyarakat menunjang nilai-nilai organisasi yaitu kreativitas, inovasi, dan
pelayanan prima.
|
|
LAMPIRAN KEGIATAN 2
No
|
OUTPUT
|
1.
|
![]() |
1.
|
![]() |
1.3
|
![]() |
![]() |
|
![]() |
|
KEGIATAN 3
Kegiatan
|
: Menyiapkan bahan untuk
kebutuhan perpustakaan berupa label, barcode, sampul, sampai shelving bahan
pustaka
|
Tanggal
|
:
|
Daftar Lampiran
|
|
Kegiatan ini berasal dari sasaran kinerja pegawai (SKP) yaitu menyiapkan
untuk kelengkapan perpustakaan, mulai dari label, barcode, sampul. Setelah diinput judul dan jumlah eksemplarnya,
kemudian dalam tahapan ini adalah mencetak
label dan barcode dengan penuh cermat
dan hati-hati agar tidak terjadi kesalahan sehingga tidak perlu mencetak
ulang (Akuntabilitas)
Setelah label dan barcode dicetak, kemudian menempelkan label dan barcode
sesuai dengan bukunya, tidak tertukar antara label atapun barcodenya, tahapan
kegiatan ini secara bekerja sama (Nasionalisme)
Setelah menempelkan barcode kemudian buku disampul dengan rapi, tujuan
dari penyampulan buku merupakan upaya untuk preservasi bahan pustaka agara
koleksi lebih awet, dengan memberikan pelayanan komitmen bagi kepuasan
pengguna karena lebih rapi juga (Komitmen
Mutu)
Shelving buku (penjajaran dalam rak) sesuai dengan klasifikasinya secara
berurutan, tertata rapi, dan secara teliti agar memudhkan dalam temu kembali
pencarian koleksi (Akuntabilitas)
Menyiapkan bahan untuk kebutuhan perpustakaan dengan penuh rasa tanggung
jawab, membantu literasi informasi dalam meningkatkan kebutuhan pemakai
menunjang dari nilai organisasi yaitu dalam memberikan pelayanan prima.
|
|
LAMPIRAN KEGIATAN 3
No
|
OUTPUT
|
1.1
|
![]() ![]() ![]() |
1.2
|
![]() |
1.3
|
![]() ![]() ![]() |
![]() ![]() |
|
KEGIATAN 4
Kegiatan
|
: Menyiapkan kegiatan subbagian
perpustakaan dan dokumentasi dalam rangka launching website perpustakaan
|
Tanggal
|
:
|
Daftar Lampiran
|
|
Kegiatan dalam menyiapkan subbagian Perpustakaan dan Dokumentasi dalam
rangka launching website perpustakaan, tahapan pertama saya diberikan
disposisi oleh atasan untuk membantu dalam pembuatan surat, dalam membuat
surat saya memperhatikan dari mulai
konsep sampai kepada surat yang sudah final untuk ditandatangani pimpinan,
untuk diproses lebih lanjut secara konsisten (Akuntabilitas)
Dalam membuat undangan, kami memperhatikan penggunaan Bahasa Indonesia
yang baik dan benar (Nasionalisme)
Setelah konsep surat undangan, saya juga menerima perintah dari atasan
untuk mencari ruangan untuk pelaksanaan kegiatan launching, saya mencari
ruangan kepada bagian rumah tangga untuk pelaksaannya tanggal 15 Mei 2015
pukul 14.00 wib dengan jumlah peserta 50, sehingga ruangan yang dipesan harus
yang besar, saya bekerjasama dan berkoordinasi dengan bagian rumah tangga (Nasionalisme)
Setelah undangan kami buat, dan ruangan yang tersedia, maka undangan siap
dikirim, dan kami mengirim undangan secara langsung kami antar, melalui faks
atau melalui email. Dalam mengirim undangan saya harus bersikap efieisn (Komitmen Mutu)
Tahapan selanjutnya adalah berkoordinasi dengan bagian IT untuk
memastikan alamat website yang akan digunakan, melakukan komunikasi kepada
bagian IT untuk menjadikan dan memberikan pelayanan terhadap pengguna secara
lebih baik lagi (Komitmen Mutu)
Dalam berkoordinasi dengan bagian IT saya bersikap sopan, ramah (Etika Publik)
Kegiatan menyiapkan dalam sub bagian perpustakaan dan dokumentasi dalam
rangka launching website perpustakaan dengan berkoordinasi, demi terciptanya
keterbukaan informasi yang bisa diakses oleh semua lapisan mendukung
pemerintah dalam memberikan pelayanan prima, kreatifitas dan inovasi.
|
|
LAMPIRAN
KEGIATAN 4
No
|
OUTPUT
|
1.1
|
![]() |
1.2
|
![]() |
1.3
|
![]() |
![]() |
|
![]() |
|
KEGIATAN 5
Kegiatan
|
: Otomasi perpustakaan, membantu
dalam pemindahan/ transfer data dari komputer ke server
|
Tanggal
|
:
|
Daftar Lampiran
|
|
Kegiatan ini berdasarkan
sasaran kinerja pegawai, yaitu otomasi perpustakaan. Dalam tahapan ini saya
berkoordinasi dengan bagian IT mengenai server yang akan digunakan, guna
memenuhi kebutuhan perpustkaan, memberikan inovasi baru untuk pelayanan
masyarakat (Komitmen Mutu)
Berkoordinasi
dengan bagian IT dalam menentukan server dalam menetukan server yang akan
digunakan untuk memenuhi perpustakaan penuh dengan rasa tanggung jawab (Akuntabilitas)
Sebelum
dipindahkan, saya harus mencadangkan terlebih dahulu data perpustakaan secara
mandiri, inisiatif, dikhawatirkan pada saat pemindahan terjadi kegagalan
dalam instalasi sehingga data hilang sebagian atau bahkan seluruhnya,
pencadangan dilakukan secara mandiri (Anti
Korupsi)
Setelah
dicadangkan datanya, maka tahapan selanjutnya adalah transfer data dari
komputer ke server yang telah disiapkan, tahapan ini dilakukan secara
bekerjasama, bergotong royong demi terciptanya website perpustakaan Kemenko
PMK (Nasionalisme)
Dalam membantu transfer
data dari komputer ke server saya bersikap ramah (Etika Publik)
Setelah
ditransfer dan diinstall maka tahapan selanjutnya adalah uji coba publish,
uji coba website perpustakaan dilakukan sesuai dengan perintah atasan (Komitmen)
Tujuan dari
otomasi perpustakaan merupakan bentuk kepedulian, salah satu bentuk pelayanan
kepada pemustaka agar memudahkan dalam temu kembali informasi/ koleksi yang
dibutuhkan secara cepat, tepat (Komitmen
Mutu)
Otomasi
perpustakaan merupakan kegiatan dalam meningkatkan pelayanan yang lebih
cepat, mudah. Sehingga terciptanya untuk mendukung pelayanan prima.
|
|
LAMPIRAN
KEGIATAN 5
No
|
OUTPUT
|
1.1
|
![]() |
1.2
|
![]() |
1.3
|
![]() |
![]() |
KEGIATAN 6
Kegiatan
|
: Ganti tema/ template dan
menambah dan menambah alamat website beberapa perpustakaan ke dalam database
perpustakaan
|
Tanggal
|
:
|
Daftar Lampiran
|
|
Kegiatan ini berdasarkan inisiatif sendiri, yaitu mengganti tema,
menambhakan link beberapa perpustakaan ke dalam database. Saya mendownload
tema yang akan digunakan pada SLiMS yaitu siftware perpustakaan dengan tujuan
agar tema lebih menarik, upaya berkelanjutan dengan menerapkan ide yang
kreatif (Komitmen Mutu)
Saya mendownload tema sesuai dengan type dan spesifikasi yang telah
ditentukan, saya bersikap proaktif dalam pemenuhan kebutuhan pengguna
perpustakaan dalam bentuk pelayanan publik (Akuntabilitas)
Dalam memilih tema untuk sistem aplikasi perpustakaan SLiMS saya
berkoordinasi, bermusyawarah dengan pimpinan menegnai tema yang telah
didownload dan akan digunakan pada sistem perpustakaan penuh dengan rasa
tanggung jawab, berkomunikasi terhadap pimpinan secara sopan dan ramah (Etika Publik)
Setelah berkoordinasi dengan pimpinan mengnai tema yang akan digunakan
saya menginput tema pada sistem aplikasi, dalam tahapan ini saya bertanggung
jawab terhadap apa yang telah dikerjakan, saya juga berani terhadap tindakan
mulai dari mengganti tema, saya melakukan secara mandiri dengan tujuan agar
mutu pelayanan perpustakaan dapat lebih baik lagi. (Anti Korupsi)
Dalam tahapan ini saya tidak memaksakan kehendak, keputusan yang diambil
dapat dipertanggung jawabkan, mengambil langkah yang tepat untuk memberikan
pelayanan prima (Akuntabilitas)
Setelah tema terinput dan diganti kemudian muncul tema yang baru, tahapan
selanjutnya adalah menambahkan link website perpustakaan
kementerian-kementerian pada sysconfig.inc.php perpustakaan, dengan bertujuan
agarpemustaka lebih dimudahkan dalam pencarian informasi, ketika buku yang
dicari belum terdapat di Perpusakaan Kemenko PMK, dapat mencari di
perpustakaan yang sudah di linkan (Akuntabilitas)
Setelah ditambahkan link beberapa perpustakaan, tahapan selanjutnya adalah
uji coba keberhasilan, saya mencoba hasil tambahan link pada template ,
diantaranya link perpustakaan/ kementerian/lembaganya adalah Kemenko PMK,
PNRI, Kemenkes, Kemensoso, Kemenag, dan lainnya secara kerja keras, dan saya
melakukannya secara mandiri, pantang menyerah ketika gagal dalam koding link
tersebut (Anti Korupsi)
Tahapan akhir adalah melihat tampilan akhir setelah didownload dan
ditambah link website, dengan tampilan baru, memberikan inovasi baru terhadap
tampilan website yang lebih menarik (Komitmen
Mutu)
Kegiatan inisiatif ini adalah mengganti tema/ template dan menambah
alamat website beberapa perpustakaan ke dalam database perpustakaan, dalam
kegiatan ini adalah memberikan inovasi, kreatifitas, untuk memberikan
pelayanan prima kepada pengguna, sehingga tampilan lebih menarik, tidak
bosan, mendukung untuk visi misi organisasi, dengan nilai-nilai yang didukung
adalah, kreatifitas, inovasi dan pelayanan prima.
|
|
LAMPIRAN
KEGIATAN 1
No
|
OUTPUT
|
![]() |
|
![]() |
|
![]() |
|
1.1
|
![]() ![]() ![]() |
1.2
|
|
1.3
|
|
![]() |
KEGIATAN 7
Kegiatan
|
: Pemberitahuan Keterlambatan
Pengembalian buku, dikirim melalui e-mail
|
Tanggal
|
:
|
Daftar Lampiran
|
|
Kegiatan ini berasal dari tugas tambahan, tugas yang diberikan oleh
atasan, saya menerima disposisi dari atasan mengenai tugas penuh dengan rasa
tanggung jawab (Akuntabilitas)
Setelah mendapat disposisi dari atasan, saya mengecek daftar
keterlambatan pada sistem perpustakaan SLiMS secara teliti agar data yang
dibutuhkan sesuai, secara efektif dan efisien (Komitmen Mutu)
Tahapan selanjutnya adalah mencetak daftar keterlambatan anggota yang
terlambat mengembalikan buku, saya bersikap jujur, tidak membeda-bedakan
peminjam, bertanggung jawab terhadap laporan hasil sirkulasi terkait
pengembalian yang telat, saya juga bersikap adil, tidak membedakan dari segi
jabatan (Anti Korupsi)
dalam mencetak daftar keterlambatan, saya melaksanakan tugas dengan
cermat dan disiplin sesuai dengan UU No. 5 tahun 2014 tentang ASN pasal 5
ayat 2 (Etika Publik)
Membuka e-mail perpustakaan@kemenkopmk.go.id, dalam mempergunakan emailnya
sesuai dengan fungsi. Saya tidak menggunakan email perpustakaan@kemenkopmk.go.id untuk kepentingan pribadi (Anti Korupsi)
Dalam mengirim e-mail keterlambatan pengembalian buku kepada para anggota
secara sopan, menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar (Nasionalisme)
Setelah proses mengirimkan email kepada anggota perpustakaan yang
terlambat mengembalikan buku, saya menyampaikan laporan kepada atasan secara
rapah, menggunakan kata-kata sopan (Etika
Publik)
Mengirim email kepada anggota perpustakaan yang terlambat mengembalikan
buku, merupakan wujud dari transparansi dan memberikan pelayanan prima guna
mendukung program organisasi melalui pelayanan prima.
|
|
LAMPIRAN
KEGIATAN 7
No
|
OUTPUT
|
1.1
|
![]() |
1.2
|
![]() |
1.3
|
![]() |
![]() |
|
![]() ![]() |
|
BAB IV
PENUTUP
1. Kesimpulan
Rancangan aktualisasi yang berisi rancangan kegiatan yang
akan dilakukan di unit kerja dapat digunakan oleh peserta diklat dalam
mengaktualisasikan nilai-nilai dasar akuntabilitas, nasionalisme, etika publik,
komitmen mutu, dan anti korupsi. Rancangan aktualisasi ini diharapkan mampu
meningkatkan kinerja peserta diklat dalam menjalankan tugas dan fungsi instansi
tempat kerja.
Daftar Pustaka
Lembaga Administrasi Negara. 2014. Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi Pegawai Negeri Sipil. Modul
Penyelenggaraan Perdana Pendidikan dan Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil Prajabatan
Golongan II. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara. 2014. Akuntabilitas. Modul Penyelenggaraan Perdana Pendidikan dan
Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil Prajabatan Golongan II. Jakarta: Lembaga
Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara. 2014. Nasionalisme. Modul Penyelenggaraan Perdana Pendidikan dan
Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil Prajabatan Golongan II. Jakarta: Lembaga
Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara. 2014. Etika Publik. Modul Penyelenggaraan Perdana Pendidikan dan
Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil Prajabatan Golongan II. Jakarta: Lembaga
Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara. 2014. Komitmen Mutu. Modul Penyelenggaraan Perdana Pendidikan dan
Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil Prajabatan Golongan II. Jakarta: Lembaga
Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara. 2014. Anti Korupsi. Modul Penyelenggaraan Perdana Pendidikan dan
Pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil Prajabatan Golongan II. Jakarta: Lembaga
Administrasi Negara.
https://sismalib.wordpress.com/2012/07/08/pengolahan-bahan-pustaka-inventarisasi-klasifikasi-katalogisasi-dan-shelving/. Diunduh pada tanggal 03/05/2015
PERBANDINGAN KEGIATAN PADA
RANCANGAN AKTUALISASI DAN HASIL AKTUALISASI
No
|
Rancangan Kegiatan
|
Aktualisasi Kegiatan
|
Realisasi
|
Hambatan
|
Keterangan
|
1
|
Menyiapkan bahan-bahan untuk
pelayanan sirkulasi
|
Menyiapkan bahan-bahan untuk
pelayanan sirkulasi
|
Kegaiatan dan tahapan antara
Rancangan kegiatan dan aktualisasi kegiatan sama.
|
-
|
-
|
2
|
Input koleksi bahan pustaka
pada sistem perpustakaan
|
Input koleksi bahan pustaka
pada sistem perpustakaan
|
Kegaiatan dan tahapan antara
Rancangan kegiatan dan aktualisasi kegiatan sama.
|
-
|
-
|
3
|
Menyiapkan bahan untuk
kebutuhan perpustakaan berupa label, barcode, sampul, sampai shelving bahan
pustaka
|
Menyiapkan bahan untuk
kebutuhan perpustakaan berupa label, barcode, sampul, sampai shelving bahan
pustaka
|
Kegaiatan dan tahapan antara
Rancangan kegiatan dan aktualisasi kegiatan sama.
|
-
|
-
|
4
|
Menyiapkan kegiatan subbagian
perpustakaan dan dokumentasi dalam rangka launching website perpustakaan
|
Menyiapkan kegiatan subbagian
perpustakaan dan dokumentasi dalam rangka launching website perpustakaan
|
Kegaiatan dan tahapan antara
Rancangan kegiatan dan aktualisasi kegiatan sama.
|
-
|
-
|
5
|
Otomasi perpustakaan, membantu
dalam pemindahan/ transfer data dari komputer ke server
|
Otomasi perpustakaan, membantu
dalam pemindahan/ transfer data dari komputer ke server
|
Kegaiatan dan tahapan antara
Rancangan kegiatan dan aktualisasi kegiatan sama.
|
-
|
-
|
6
|
Ganti tema/ template menambah
alamat website beberapa perpustakaan ke dalam database perpustakaan
|
Ganti tema/ template menambah
alamat website beberapa perpustakaan ke dalam database perpustakaan
|
Kegaiatan dan tahapan antara
Rancangan kegiatan dan aktualisasi kegiatan sama.
|
-
|
-
|
7
|
Inventarisasi bahan pustaka
|
Pemberitahuan keterlambatan pengembalian
buku, dikirim melalui e-mail
|
Kegiatan tambahan
|
-
|
-
|
BAB V
PENUTUP
5.1 KESIMPULAN
1. Diklat
Prajabatan golongan II angkatan I Tahun 2015 Kementerian Koordinator Bidang
Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dilaksanakan di Balai Besar Pelatihan
Kesehatan Jakarta dari tanggal 19 April 2015 sampai 27 Mei 2015. Peserta
berasal dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan,
Kementerian PAN RB, Kementerian
Pariwisata dan Pemkab Kepulauan Anambas.
2. Tujuan diklat prajabatan golongan II yaitu
meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta membentuk PNS yang profesional, berintegritas
dan akuntabel
3. Peserta
diklat prajabatan mendapatkan
internalisasi pemahaman mengenai nilai-nilai dasar profesi PNS yaitu
Akuntabilitas, Nasionalisme, Komitmen Mutu, Etika Publik, dan Anti Korupsi
(ANEKA) serta pada saat off campus
peserta mengaktualisasikan nilai-nilai dasar tersebut dalam kegiatan ditempat
kerja masing-masing.
4. Saya sebagai peserta diklat melaksanakan
aktualisasi selama 12 hari kerja sejak tanggal 6 Mei 2015 hingga 22 Mei 2015 di
Biro Informasi dan Persidangan
Kementerian Koordinator Bidang Manusia dan Kebudayaan.
5. Dari 7 kegiatan yang saya rancang dalam
rancangan aktualisasi, terdapat 1
perubahan yaitu berupa tugas tambahan dari atasan.
6. Kegiatan
yang saya aktualisasikan secara tidak langsung berkontribusi terhadap visi misi
organisasi
5.2 SARAN
1. Sebaikanya
peserta diklat memanfaatkan aktualisasi untuk meningkatkan kompetensi yang
dimiliki masing-masing individu
2. Untuk lembaga diklat dihimbau selalu
mengkonsultasikan kegiatan dengan pimpinan, baik
itu mentor maupun coach












































Tidak ada komentar:
Posting Komentar